Pemkab Malang Tertarik Miliki Kawasan Industropolis di Kabupaten Malang
BATANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si memimpin tim Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), dan tim Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang mempelajari kawasan industri dengan berkunjung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Batang yang kini lebih dikenal dengan sebutan KEK Industropolis Batang. Rombongan diterima hangat oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, S.H bersama sejumlah perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, Jumat (17/7) pagi hingga sore. Pemkab Malang tertarik dan ingin juga memiliki kawasan serupa di wilayah Kabupaten Malang yang sebelumnya dikenal sebagai Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau Grand Batang City.
Kegiatan diawali di Aula Bupati Kabupaten Batang, pada Jumat pagi, dengan saling bertukar pendapat untuk pengembangan kawasan industri. Kemudian, dilanjut kunjungan lapangan ke lokasi KEK Industroplis Batang yang diterima dan disambut hangat manajemen KEK Industropolis Batang. Sebagai informasi, kawasan industri yang ada di pesisir pantai utara (pantura) Pulau Jawa ini kemudian resmi ditingkatkan statusnya menjadi KEK oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2025. Langkah strategis ini diambil untuk memacu hilirisasi, mendongkrak daya saing global, serta menjadikan Batang sebagai pusat industri modern layaknya "Shenzhen-nya Indonesia".
''Terima kasih atas penyambutan kunjungan ini. Kami mengajak dua tim meliputi tim perizinan dan kedisnakeran. Ternyata dalam lima tahun terakhir proses perizinan di Kabupaten Batang ini luar biasa, jadi investor yang masuk juga luar biasa. Bahkan pada triwulan pertama, hampir 3,3 Triliun. Selain jalan tol Malang - Kepanjen yang masih masuk tahapan tender, kami juga mempersiapkan ruas jalan Gondanglegi ke Balekambang, rute jalan ke wilayah Malang selatan dengan ROW (Right of Way) sepanjang 20 meter," jelas Budiar saat memberikan sambutan saat berkunjung di Batang.
Sekda Kab. Malang menegaskan, Pemkab Malang tertarik dengan kawasan industri di Batang yang notabene berada di pantai utara sedangkan Kabupaten Malang juga memiliki wilayah dengan potensi besar di pesisir Pantai Selatan. Dia menyebut, di KEK Batang diketahui para investor yang masuk sudah dijadikan satu di Danantara, dan urusan perizinan sudah diakomotir. Selain itu, pihaknya siap belajar tata ruang karena juga sudah diakomodir.
''Kami tidak memiliki Kawasan Industri, karena di dalam RTRW hanya ada kawasan peruntukan industri. Kami ingin melihat KEK-nya Batang, dan kami juga ada MoU dengan Pemkab Batang, untuk mensinergikan KEK. Ada beberapa menarik, investor membangun bisnis harus di kawasan industri, BKM juga mensyaratkan itu, termasuk juga belajar terkait tata ruang dan perizinan," pungkas Budiar.
Secara geografis lokasi Kabupaten Malang dan Batang itu tidak berbeda jauh, namun titik lokasinya yang berbeda. Kalau KEK Batang berlokasi di Pantai Utara, sedangkan Kabupaten Malang memiliki kawasan yang berpotensi di pesisir pantai selatan. Jika sudah tender, jalan tol Malang Kepanjen dalam tahap tender, dan diagendakan pengerjaannya mulai tahun 2027.
''Jalan tol ini nantinya akan tembus ke selatannya Kabupaten Malang, tembus ke jalur lintas selatan yang bisa menghubungkan Blitar, dan Lumajang. Untuk pertumbuhan di sisi Selatan Malang masih tergolong jauh dibandingkan di wilayah sini yang memang sudah lama dilewati jalan tol. Otomatis unggul di bidang infrastruktur dengan adanya pelabuhan. Adanya kawasan ini kami sangat berharap di kabupaten Malang bisa untuk mendapatkan ini.
Dalam kunjungan ini, Pemkab Malang juga menyertakan Tripartit yang dalam konteks ketenagakerjaan adalah forum komunikasi, konsultasi, dan musyawarah yang melibatkan tiga unsur utama meliputi Pemerintah, organisasi pengusaha, dan serikat pekerja/buruh. Lembaga ini dikenal dengan nama Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit dan dibentuk untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis, adil, dan produktif. ''Pada KEK Batang ini proses perizinan bagi investor sudah cukup menjadi satu. Harapan saya, supaya investor itu mau berinvestasi, dan membuka lapangan kerja baru," pungkas Sekda Budiar.
Terpisah, Pj. Sekda Kabupaten Batang juga berterima kasih atas kunjungan Pemkab Malang. ''Kita memang perlu ada kolaborasi antara Kabupaten Batang dan Kabupaten Malang. Kita saling memberikan masukan dan informasi di Batang Ada apa di kabupaten Malang ada apa. Bahkan jadi juga disampaikan bahwa kabupaten Malang juga punya lahan untuk dijadikan Kawasan Industri," harap Pj. Sekda Kab. Batang. (prokopim/poy)