Beranda > Berita > CETAK CALON WIRAUSAHA BARU, DISNAKER KABUPATEN MALANG TUNTASKAN PELATIHAN ROTI DAN KUE DI PAKIS

CETAK CALON WIRAUSAHA BARU, DISNAKER KABUPATEN MALANG TUNTASKAN PELATIHAN ROTI DAN KUE DI PAKIS

09 July 2026   |   BERITA

Bagikan:
CETAK CALON WIRAUSAHA BARU, DISNAKER KABUPATEN MALANG TUNTASKAN PELATIHAN ROTI DAN KUE DI PAKIS

P A K I S – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang menutup Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi (PBK) melalui Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue di Gedung BUMDes Pringgondani, Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kamis (9/7/2026). Pelatihan yang berlangsung sejak 18 Juni 2026 tersebut diikuti oleh 16 peserta dari kelompok buruh tani tembakau di wilayah Kecamatan Pakis dan akan diakhiri dengan pelaksanaan uji kompetensi pada Jumat (10/7/2026).



Kegiatan yang didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini diselenggarakan bekerja sama dengan LPK Nawatta Korea Center sebagai lembaga pelatihan. Selama mengikuti pelatihan, peserta mempelajari 24 resep roti dan kue, mulai dari produk dengan biaya produksi yang terjangkau hingga produk berbahan premium yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Selain keterampilan teknis, peserta juga memperoleh pembekalan kewirausahaan sebagai bekal untuk membangun usaha secara mandiri.




Pelatihan dibuka oleh Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Mochamad Yekti Pracoyo, ST., MT. Dalam setiap kesempatan bertemu dengan peserta pelatihan, ia menekankan pentingnya memiliki tekad yang kuat untuk memulai usaha.



 "Wirausaha memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja di lingkungan sekitar. Ketika usaha berkembang, yang pertama merasakan manfaatnya adalah masyarakat di sekitarnya melalui terbukanya kesempatan kerja. Karena itu, saya berharap seluruh peserta memiliki keberanian dan komitmen untuk memulai usaha setelah pelatihan ini selesai," ujarnya.




Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi melalui pelatihan pembuatan roti dan kue merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Malang dalam meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya melalui pengurangan tingkat pengangguran. Bekal kompetensi yang diperoleh diharapkan mampu meningkatkan daya saing peserta, baik untuk memasuki pasar kerja maupun mengembangkan usaha mandiri yang berkelanjutan.






Melalui pelatihan yang didukung DBHCHT ini, Pemerintah Kabupaten Malang berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja serta mampu menjadi pelaku UMKM yang produktif. Dengan demikian, manfaat pelatihan tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal. (yus)