Logo

Expo Pembangunan, Disnaker Hadirkan Layanan Bagi CPMI

Pemkab Malang, Disnaker- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang berperan aktif dalam kegiatan Expo Pembangunan dalam rangka hari jadi ke 1259 Kabupaten Malang. Pada expo hari pertama, Rabu (4/9), dinas di bawah komando Drs Yoyok Wardoyo MM itu, menghadirkan pelayanan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI).
Bagian penempatan tenaga kerja (Penta) yang memberikan layanan ini bagi para CPMI. Sejak dibuka stand Disnaker mulai pukul 08.00, warga yang hendak mengurus rekom atau ID untuk keperluan keberangkatan ke negara tujuan CPMI. Setidaknya, ada 30 warga yang mendapatkan layanan ini.
Sembari menunggu kunjungan Plt Bupati Malang dan rombongannya meninjau stand-stand yang ada di Expo Pembangunan, Yoyok memberikan nasihat kepada para CPMI yang tengah mengantre untuk dilayani.
Yoyok menjelaskan, agar selama menjadi tenaga kerja di negara orang, para warga Kabupaten Malang tetap patuh pada aturan yang berlaku di negara tujuan. Selain itu, Yoyok juga berpesan agar para PMI bijak dalam mengelola keuangan atau hasil yang mereka dapatkan selama merantau.
Misalnya saja, dalam hal keuangan. Selain mengirimkan dana segar ke keluarga di Malang namun para pekerja juga harus menyimpan sebagian uang mereka sendiri. Dengan catatan, harus menggunakan nama pribadi.
“Jadi jangan dikirimkan semua melainkan dikirim sebagian. Sebagiannya  disimpan sendiri sebagai pegangan di negara orang. Selain itu misalkan ada saudara yang akan meminjam uang, jangan ATM-nya yang diberikan, tapi samean yang ambil uangnya ke bank dan baru kirim ke family di rumah. Kan di sana ada bank,” imbuhnya.
Yoyok juga berpesan agar para pekerja migran dari Kabupaten Malang tetap menjaga hati dan kesetiaan dengan pasangannya di tanah air. Pasalnya, sudah kerap terjadi ditinggal bekerja di luar negeri justru rumah tangga di Malang terganggu bahkan berujung pada perceraian.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyaratan (Lapas) Wanita Klas IIA Sukun Malang, Ika Yusanti yang turut hadir dalam kesempatan kali itu berpesan, agar para PMI berhati-hati dalam hal narkoba. Bahkan harus menghindari barang haram itu.
“Jangan sampai berurusan dengan hokum karena terjerat narkoba di negara orang,” kata Ika.
Ika berpesan agar para PMI lebih berhati-hati. Terutama ketika akan pulang ke tanah air. Dia meminta agar para pekerja migran dengan tegas menolak jika ada orang yang berpura-pura atau modus menitipkan barang di bandara dengan alasan bagasi.
“Jadi walau orang Indonesia sendiri alasan akan nitip barang karena bagasinya nggak cukup, jangan diterima. Harus berani menolak. Karena tidak jarang ini merupakan jebakan,” tegas Ika.
Rombongan Plt Bupati Malang, HM Sanusi beserta dengan anggota DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot berkesempatan untuk meninjau stand Disnaker. Sanusi juga melihat dengan lebih dekat pelayanan yang diberikan Disnaker di hari pertama Expo Pembangunan.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono mengapresiasi langkah Disnaker membawa pelayanan  untuk CPMI ke Expo Pembangunan.
Dalam Expo  Pembangunan, Disnaker juga menggandeng PT Greenfields Indonesia, Inez Cosmetics, PTPN XII dengan Wonosari Agro Wisata dan BPJS Ketenagakerjaan serta beberapa UMKM binaan Disnaker. (ayu)

Berita
Luar Biasa, Para Peserta Pelatihan Tuangkan Kegiatan dalam Buku

Disnaker, Pemkab Malang - Selama satu bulan penuh sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan Bahasa Inggris yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang. Pelatihan ini digelar oleh Bidang Pelatihan dan Produktivitas bekerja ...

Berita
Puluhan Tahun Rumahnya Tak Pernah Dibedah, Akhirnya Tukang Becak Ini Dapat Bantuan

Disnaker, Pemkab Malang- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang kembali menunjukkan komitmennya untuk menyukseskan program Pemkab Malang dalam rangka mengentaskan kemiskinan. Bersama dengan Forum Komunikasi Warga Tionghoa Malang Raya ...