Detail Berita

Gema Desa di Pujon, Disnaker Beri Bantuan dan Pelatihan Make Up Pada Warga

Pemkab Malang, Disnaker- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Malang kembali berperan aktif dalam gelaran Gema Desa, Kamis (12/3) di Kecamatan Pujon. Disnaker kembali menggandeng PT Indomarco Prismatama untuk memberikan paket bantuan kepada warga kurang mampu di Desa Ngabab. Total ada 10 penerima bantuan berupa sembako dan bahan kebutuhan lainnya.

Bantuan ini diberikan langsung oleh Bupati Malang, HM Sanusi MM. Tampak hadir Branch Manager PT Indomarco Prismatama, Aldwin Rindra Djonaedy. Pemberian bantuan dilakukan di Gedung Olahraga Dworowati, Desa Ngabab, Pujon.

Rupanya, dalam even kali itu, ada beberapa organisasi perangkat daerah selain Disnaker, yang memberikan bantuan dan penyerahan izin reklame. Bantuan dan penyerahan ini juga dilakukan oleh Bupati Malang, HM Sanusi MM.

Dalam sambutannya, Sanusi berharap masyarakat Pujon, Desa Ngabab pada khususnya mendapatkan kejayaan di bidang perekonomian. Namun sebelum hal itu diraih, masyarakat harus sehat, pandai atau berpendidikan, sehingga mampu sejahtera.

"Sehat dulu baru pinter dan sugih (kaya). Semoga masyarakat Pujon sehat, pinter dan sugih kabeh (kaya semua)," kata Sanusi.

Dia juga menyampaikan, kesehatan dan pendidikan saat ini menjadi salah satu dari konsentrasi Pemkab Malang. Untuk pendidikan, katanya, ke depannya tingkat SD dan SMP tidak perlu membayar. Begitu juga dengan kesehatan.

Masyarakat miskin di Kabupaten Malang, lanjut dia, tak perlu lagi khawatir berobat jika sakit. Tidak perlu risau soal biaya.

"Yang tidak punya BPJS tidak perlu khawatir berobat kalau sakit. Pemkab Malang akan menggratiskan biaya pengobatan di Puskesmas," katanya.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan kali ini, Bupati Malang juga berdialog dengan masyarakat. Beragam aspirasi warga ditampung. Salah satunya adalah pelaku UMKM di bidang minuman tradisional, jamu.

Ibu-ibu ini mengeluhkan harga bahan baku jamu yang mahal. Misalnya jahe, kencur, kunyit dan temulawak. Atau yang biasa dikenal dengan nama empon-empon.

"Karena virus Corona harga empon-empon jadi mahal. Kami kesulitan mendapatkan bahan baku. Mohon solusi bapak Bupati," katanya.

Terpisah, pelatihan beauty class yang digelar   Disnaker di Balai Desa Ngabab diikuti oleh 25 ibu dari desa setempat. Untuk kegiatan ini, menggandeng Inez Cosmetics dari PT Kosmetikatama Super Indah.

Para ibu diberi materi mengenai make up dasar. Materinya ringan dan mudah dipraktikkan.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker, Achmad Rukmiyanto menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan bagi para ibu di desa. Harapannya, dengan memiliki skill, emak-emak tersebut dapat memanfaatkan untuk berwirausaha.

"Minimal bisa make up sendiri sehingga tidak perlu ke salon," kata laki-laki yang akrab disapa Totok itu.

Dalam kesempatan kali itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Hj Anisa Zaida Sanusi juga meninjau secara langsung kegiatan beauty class. Anisa bersama dengan rombongan PKK.

Istri Bupati itu tampak akrab dan gayeng bercengkrama dengan para peserta pelatihan. Bahkan, dia mencoba mendandani salah satu peserta pelatihan.

"Intinya saya mendukung kegiatan ini. Karena bermanfaat," katanya. (tik)

Berita Lain